Dalam Diam…
Dalam diam..
tak selalu sunyi yang menyertai,
tak selalu tak berarti,
tak selalu mati.
Diam memberikan ruang,
bagi selain tubuh untuk ‘bicara’
lebih terdengar daripada biasanya,
lebih hidup,
lebih bermakna.
Diam mengasah indra,
untuk semakin peka,
pada tempat kita ada.
pada angin dengan keikhlasan geraknya..
pada matahari dengan hamasah sinarnya..
pada bulan dengan jiddiyah-nya dalam gelap..
pada jangkrik yang tak pernah lelah..
mengumandangkan zikir dan tasbihnya
pada laba-laba dengan ketinggian tawakalnya.
Ternyata diam..
adalah peluang,
untuk berkaca kepada cermin kehidupan.
~Hani Hendayani & Amatullah Shafiyyah~
“Karena Bidadari Ada di Bumi”
8 comments so far
Leave a reply






Puisi indah
“Dan aku tak perlu pergi ke langit tuk menjemputnya”
cantik ratu kala ber-puisi
puisi elok kisahkan cinta
hai para wanita, tetaplah engkau didunia jadi bidadari
kelak angkau kan menjadi bidadsri di surga..
Diam itu adalah hening…
Hening itu adalah hampa…
Hampa itu adalah Kosong…
Di Balik kosong ada ke kosongan…
Dan ada kekosongan…
Kekosongan itu adalah Rahasia yang tersembunyi bagi yang mau mengerti…
Salam adik ku manis…
Semoga Berkah Dan Rahmat serta Ridho Allah selalu menyertai hari-hari mu….
Subhanallah, nee chan..
You shared a lot with this posting..
Puitis banget …
keren keren..
karena bidadari ada di bumi…
subhanallah..
speechless saya…
makasih ya uda mampir ke blog saia, hehe
daLam diam..
aDa kaTa tersimpaN
aDa kaLimaT terpendaM..
daLam diam..
duucchh…karNa Lama nda ketemu lany ech malah didiemin