Daun yang gugur

Beberapa hari yang lalu.. seorang sahabat kecil saya mengirimkan sms..
isi sms nya cukup membuat saya merenung untuk beberapa hari, kenapa..?!? bisa di baca disini..

Bila dakwah itu pohon, ada saja daun-daun yang berjatuhan.

tapi pohon dakwah tak pernah kehabisan tunas-tunas barunya.

sementara daun-daun yang berguguran tak lebih hanya akan menjadi sampah sejarah.

terus istiqamah!!

sahabat kecilku mengirimkan sms ini, untuk mengingatkan.
yang membuat saya termenung adalah.. bila memang nanti akhirnya saya atau saudara/i, atau sahabat saya yang lain, -semoga saja tidak- menjadi daun-daun yang gugur itu.. apakah memang hanya akan jadi sampah sejarah?!? bukankah daun yang gugur pun dia masih bisa bermanfaat untuk mensuburkan tanah, walaupun harus menunggu menjadi lapuk dan busuk. tapi kalau berpikir kembali… apakah harus menjadi busuk dahulu baru bisa bermanfaat?!? tetapi bukankah setiap daun yang gugur ke tanah, Allah lah yang mengaturnya.. 🙂
hufh.. bila memikirkannya rasanya migran saya bakal kambuh lagi.. 🙂
walaupun tidak ingin memikirkannya, tetapi kadang terlintas begitu saja dalam pikiran ini.. akankah saya menjadi daun yang gugur itu, padahal.. Allah menciptakan kita di dunia ini untuk berdakwah.. sampaikanlah walau hanya satu ayat.

dan kini..

saat ini..

saya berusaha menjadi daun yang berpegangan erat pada ranting yang kokoh. walaupun pasti, banyak angin kencang nantinya.. dan ulat yang singgah.

menunggu esok hari ibu.. 🙂

-nad-

Advertisements

17 thoughts on “Daun yang gugur

  1. Daun yang gugur akan tumbuh kembali daun muda….

    Bukankah kita di cipatakan sebagai Rahmatan Lilalamin, tinggal bagaimana diri kita agar bisa menjadi rahamat bagi seluruh sekalian alam

    Salam

    rencana kita yang membuat, tapi Allah jua yang menentukan..
    salam juga mba.. 😀

  2. Benar tuh. Kekhawatiran itu pasti selalu ada.
    Bisa tidak ya, tetap tegar d saat banyak angin kencang nantinya, ada ulat yang singgah, bahkan dipetik anak anak manusia?-wueitss.. klau yang ini, bgm nih?! xixi-

    Tapi, harus tetap berusaha. Jd ingat saat Munasharah Palstine @ my campus : even we cant becoming a millitant (rmember the test?!), at least, we can learnt from thier spirits.

    PS : Sepertinya lately kita berdua sedang di uji, ya?

    udah sembuh belum?? yup.. sepertinya..
    i remember that.. alhamdulillah.. thank’s ya

  3. assalamualakum wr wb

    salam kenal ya ukhti.

    semoga selalu istiqomah di jalan dakwah.

    wa’alaykumsalam wr.wb.
    amin.. InsyaAllah
    salam kenal juga akh arif..

  4. metafora yg bagus ya… menurut sy, daun yg gugur ada yg alami, ada yg tidak. yang alami, jika memang sdh masanya, ia akan gugur, tdk bs tdk, sbg sbh perjalan masa, lalu, gugurnya tetap memberi faidah, humus. dan akan menumbuhkan daun2 baru yg lbh banyak. lbh subur. lbh kuat. Daun yg gugur sblm masanya, adalah daun yang nyeleneh, nakal, istijal, tdk bs beradaptasi, gagal brkomunikasi, trll perfec meliahat sst, dan mudah trpengaruh. saat angin keras datang, ia langsung gugur, jatuh, hilang, tak jadi humus, tak menumbuhkan tunas baru… hehe… salam kenal ya…

    subhanallah… terima kasih pak guru..
    semoga kita menjadi daun yang gugur secara normal ya pak.. agar menjadi catatan baik kita di akhirat nanti..

  5. Untaian mutiara kata yang indah dan mulia.
    Semoga pohon itu melindungi,
    tak berduri
    yang bunga-bunganya harum semerbak
    yang buahnya manis menyegarkan.
    Amin.

    Salam kenal, salam hangat mbak. Semoga manfaat. 🙂

    amin.. InsyaAllah
    salam kenal n salam dingin dari kota hujan 😀

  6. Itulah perjalanan kita manusia
    Ada yang dapat memberi dakwah
    Ada yang menunggu dakwah
    Ada yang menjadi daun yang berguna
    Tapi juga ada yang menjadi daun yang kering dan tak berdaya
    Disinilah kita lihat kebesaranNya
    Tapi disetiap lakon yang kita lakukan ..pasti ada pelajaran yang berguna Buat orang lain…besar atau kecil…mau atau tidak?
    Tapi ibrat musim…saat tiba…kita pun harus berganti dengan musim baru…tak mungkin bisa kita elakan…karena dunia ini memang tempat kita yang sementara

  7. assalamu’alaykum wr wb

    pernah lihat dalam postingan blog seseorang yang selalu mengatakan ‘mati dalam dakwah’

    saat melihat tulisan ‘daun-daun yang berguguran menjadi sampah sejarah’, na membayangkannya daun2 itu berguguran dengan indahnya karena mereka mati dalam dakwah

    Lan, aku kangen lan sama kamu..

    *peluk lani..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s