Sandi dan Sendi

Sandi dan Sendi..

anak kembar dekat rumah yang selalu tersenyum..

Minggu sore adalah agenda rutin tiap 2 pekan sekali, untuk mengisi mentoring anak-anak. kebetulan minggu ini Allah kasih kesempatan saya untuk datang dan bertemu dengan mereka, anak-anak komplek dekat rumah.

sampe di masjid paling pertama, kondisi masih sangat sepi, hanya ada seorang bapak yang sedang melaksanakan sholat ashar sendiri. Dalam hati mulai bertanya-tanya.. kemana semua mentor yang seharusnya hari ini datang, maklum.. kadang kalo sendiri suka ga PD. selidik punya selidik, ternyata setelah baca sms dan ditelpon sama mentor yang lain, mereka semua berhalangan hadir.. walhasil.. cuma saya sendiri. hmm.. sempat ragu juga dalam hati.. bisa ga ya..?? karna materi yang disiapkan belum sepenuhnya selesai. yaa..  Bismillah.. Allah Maha Mendengar dan Maha Permudah masalah setiap hambaNya. Akhirnya saya putuskan sholat ashar terlebih dahulu, karna tadi dijalan belum sempat untuk sholat. dan wudhu terlebih dahulu.. sempat was-was juga pas wudhu, karna tempatnya sedikit terbuka, udah gitu, cuma sendiri dalam masjid. belum selesai wudhu.. terdengar suara anak-anak yang mulai masuk ke masjid.. dan nanya.. “Kakaknya pada kemana ya?? qo sepi..” kudiamkan.. karna belum selesai wudhu. Setelah selesai.. tiba-tiba langsung ada seorang anak yang mendekati.. dan langsung minta salaman, sambi nanya.. “Kakak, kakak kakak mentor nya ya??” sambil tersenyum saya jawab “Iya..” dia tanya lagi.. “kakak yang lainnya mana??” “Kakak yang lain, lagi pada ga bisa datang.. temen-temen kamu yang lain mana??” saya jawab. “Yang lain.. bentar lagi sampe ka.” anak kecil itu jawab lagi. Kalau ga salah udah ada sekitar 7 orang anak yang datang.. dan saya minta izin untuk sholat ashar dulu.

selesai sholat, hati lebih tenang dan mulai ngatur rencana, kira-kira mereka mau dikasih materi apa, walaupun sebelumnya sama temen udah di bilang tentang para sahabat, tapi.. karna sedikit nge-blank.. jadi atur ulang rencana. Sebelum mulai.. saya coba untuk mendekati mereka terlebih dulu, mencoba untuk berkenalan, karna ini kesempatan saya yang pertama kali, acara sebelumnya cuma bisa sampe sebatas panitia, dikarenakan berhalangan hadir. Dan membujuk mereka bukanlah perkara yang mudah.. memang bukan sekali ini bermain dengan anak-anak, tapi ini merupakan kondisi pertama kali mereka mengenal saya.. hufh.. sedikit nge-blank juga.. tapi alhamdulillah akhirnya mereka semua bisa dikumpulin dalam satu lingkaran.

sebelum mulai acara, kita buka dulu dengan membaca doa. untuk kesekian kalinya saya harus membuang nafas yang cukup dalam karna kelakuan mereka.. (dalam hati memcoba untuk bersenandung.. sabar.. sabar.. sabar.. ^^) terutama anak kembar itu (sandi dan sendi) hufh.. ga habis pikir.. apa kira2 yang diajarkan oleh lingkungan mereka, kenapa bisa menjadi anak-anak yang ‘aktif’ seperti itu. dengan menampakkan wajah yang sumringah.. mereka mencoba bercanda dengan cara ‘mengacaukan’ semua teman-temannya. mulai dari senyum-senyum, sampai lari-larian (kalo yang seperti ini masih bisa di ampunin) sikap mereka mulai aneh.. ketika si sendi, mulai mendekati anak perempuan yang namanya sofi.. tak hanya mendekati.. tapi dia juga mencoba untuk mencium si sofi ini.. masyaAllah.. nak.. apa yang bikin kamu berbuat seperti itu. hufh.. kejadian ini bukan satu kali atau dua kali, tapi sampai berkali-kali dan saya harus memegang kaki atau tangan mereka ketika mereka mulai bertingkah. belum lagi harus mengancam mereka kalo sampe ngulang hal tersebut. ancaman untuk dikeluarkan dari masjid kalo sampe ngulang lagi.. namun dengan menampakkan wajah senyum nya yang lebar.. mereka minta maaf.. tetapi.. hal ini berulang terus menerus. masyaAllah. temen-temen mereka coba bilang ke saya… udah ka.. dikeluarin aja, pasti mereka bakal ngulangin lagi. (dalam hati saya ga setega itu, tapi kalo ngeliat mereka terus ngulang hal yang sama, rasanya capek juga..) walhasil.. sampe akhir mereka (sandi dan sendi) tetap melakukan hal yang sama. dan materi yang saya sampaikan.. alhamdulillah bisa selesai.. walau dengan banyak gangguan.

 

cerita tentang mereka yang sebenarnya.. adalah..

mereka bisa dengan santai mengucapkan

“Kak.. kan ayah kita udah ga ada, udah meninggal” (dengan mimik muka sambil nyengir) saat mereka bilang ini ke saya, saya cuma bisa bengong dan ga tau harus bilang apa. akhirnya cuma bisa bilang.. ow.. innalillahi.

dan ketika sandi bilang.. “kak, aku kan ga naik kelas” dan wajah yang ditampilkan pun.. wajah nyengir khas mereka.

dan ketika mereka meminta maaf.. “maaf ibu..” walaupun saya tau.. mereka pasti ngulangin hal yang sama lagi.

 

pelajaran yang bisa saya ambi ketika minggu sore itu..

apapun yang mereka lakukan, mereka katakan.. mereka hanyalah seorang anak kecil.. yang mungkin tidak tau apa yang mereka lakukan maupun katakan. tetapi menjadi tanggung jawab kita para orang tua, atau kakak nya untuk menjelaskan. dan terkadang sadar atau tidak, banyak orang dewasa yang menganggap perbuatan mereka adalah hal yang lucu dan harus di tertawakan. lalu bagaimana dengan mereka, mungkin saat ini mereka akan merasa senang, karna mereka telah membuat tertawa atau senang. yang dipikiran mereka mungkin hanya ingin membuat orang disekililingnya bahagia, even itu adalah hal yang tidak baik. tetapi itu semua, karna mereka tidak mengerti.

hufh.. sadar atau tidak.. ternyata banyak anak Indonesia yang berkelakuan seperti itu. mungkin pada saat mereka kecil, hal itu adalah hal yang biasa, tetapi bagaimana ketika mereka besar nanti, bukankah.. apa yang mereka lakukan pada saat kecil akan memiliki ‘bekas’, bila mereka besar kelak. (haduh.. mohon maaf.. kalo jadi emosi gini.) dan hal ini akan menjadi tanggung jawab kita bersama, hai para orang dewasa.

jaga anak-anak kalian, jaga ponakan kita, jangan sampai mereka tersesat.

 

**mohon maaf.. kalo maksud yang ingin disampaikan kurang sampe. sedang ingin mengeluarkan seluruh uneg-uneg yang ada di dalam pikiran**

#saat-saat belajar UTS >_< #

 

 

Advertisements
  1. tulisan terpanjang yang pernah lani tulis.. hufh.. alhamdulillah.. semangat menulis.. meskipun cuma uneg-uneg yang ga jelas.

  2. assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    alhamdulillah, tulisan yang menarik sekali, Lan 😀

    kl dosenku dulu bilang..

    ” anak kecil bukanlah orang dewasa yang berbadan kecil ”

    dan kalau boleh berbagi,

    ya..ku-akui.. bercengkrama dan menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak sering membuatku tersadar dan belajar. Kepolosan mereka begitu ‘dahsyat’ bagiku. Keluguan mereka begitu ‘luar biasa’ menurutku. Bahkan, tak jarang aku jadi mendapatkan ilmu ‘baru’ dari mereka 😀

    Subhanallah, kita ini lemah ya Lan..

    Semoga kelak ramai orang yg memiliki risau dan pikir tentang agama, seperti dirimu Lan.. amiin ya Allah..

    (apakah komentarku masih ga nyambung2 juga ya? kl iya maaf ya T__T)

    wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh

    • harumhutan
    • December 11th, 2009

    awalnya dikira mu bahas tentan9 sandi [ kode ] dan sendi [ otot] aku salah membacanya ternyata sandi dan sendi nama anak kembar ehhehehe…

    yaahh b9itulah anak anak,mreka selalu ceria meski dalam kesedihan,senan9 ada diantara anak anak itu……

    • yup.. selalu belajar dari mereka (anak-anak) yang ga pernah lelah untuk mencoba, ga pernah takut, dan selalu bersedia untuk memaafkan.

      #mba wi3nd.. besok2 dibaca yang bener ya..!! *ceritanya serius* ^^

  3. bgs

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: